Viral Pemain AC Milan Tiemoue Bakayoko Jadi Korban Salah Tangkap Polisi Italia

  • Share
Viral Pemain AC Milan Tiemoue Bakayoko Jadi Korban Salah Tangkap Polisi Italia

Wartaindustri.id – Pemain AC Milan, Tiemoue Bakayoko, menjadi korban salah tangkap polisi Italia. Gelandang asal Prancis itu dihentikan di tengah jalan dan digeledah.

Video Bakayoko digeledah polisi tersebut viral di media sosial salah satunya dibagikan oleh akun Twitter @DrGianlucaFumo. Dalam postingan itu, gelandang berusia 27 tahun ini sedang diperiksa oleh polisi Italia.

Melihat dari video yang beredar, ada tiga polisi yang menghentikan mobil pemain AC Milan tersebut. Bakoyoko lantas diminta keluar dari mobilnya oleh satu polisi dan ia digeledah.

Dua polisi lainnya tampak memberikan peringatakan kepada seorang yang ada di dalam mobil. Terlihat polisi tersebut mengacungkan pistolnya ke dalam mobil.

Baca Juga:
Pengakuan Pelatih Malaysia U-19, Timnas Indonesia U-19 Lebih Hebat dari Timnya

Menariknya setelah menggeledah badan Bakoyoko, polisi tersebut sadar bahwa pria yang sedang ditangkapnya itu adalah seorang pesepak bola.

Hal tersebut diketahui dari ekspresi wajahnya yang seakan tak mengira bahwa polisi tersebut salah menangkap orang.

Belum ada keterangan resmi mengapa Bakayoko ditahan oleh polisi. Besar kemungkinan ia adalah korban salah tangkap karena tidak melanggar apapun.

Adapun Tiemoue Bakayoko merupakan pemain pinjaman AC Milan. Rossoneri mengontraknya dengan status pinjaman dari Chelsea.

Gelandang Prancis ini awalnya dibeli oleh Chelsea dari AS Monaco pada tahun 2017 lalu. Sayangnya Bakayoko gagal bersinar bersama The Blues.

Baca Juga:
Shin Tae-yong Tinggalkan Timnas Indonesia, PSSI Beri Penjelasan

Pada akhirnya Bakoyoko lebih banyak dipinjamkan oleh Chelsea. Tercatat AS Monaco, AC Milan, dan Napoli menjadi klub yang pernah jadi pelabuhan gelandang bertahan asal Prancis ini.



#Viral #Pemain #Milan #Tiemoue #Bakayoko #Jadi #Korban #Salah #Tangkap #Polisi #Italia

Sumber : www.suara.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.